Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik kenyamanan dan hiburan yang ditawarkan, ada sistem algoritma yang diam-diam mengatur konten yang kita lihat. Artikel ini membahas cara kerja algoritma media sosial, bagaimana ia memengaruhi kebiasaan kita dalam mengonsumsi konten, serta dampaknya terhadap perhatian dan perilaku pengguna.
Saat ini hampir semua orang menggunakan media sosial. Setiap kali membuka Instagram, TikTok, atau YouTube, kita langsung disuguhi konten yang terasa “pas” dengan selera kita. Padahal, konten itu tidak muncul secara acak — ada algoritma yang memilihkan untuk kita.
Sistem ini membuat pengalaman pengguna jadi lebih menarik, tapi di sisi lain, kita jadi sulit lepas dari media sosial karena konten yang muncul selalu membuat penasaran.
1.Cara Kerja Algoritma
Algoritma bekerja dengan menganalisis aktivitas pengguna, seperti apa yang disukai, dikomentari, dibagikan, atau ditonton paling lama. Dari sana, sistem akan menampilkan konten yang mirip supaya kita terus betah di aplikasi.
Contohnya, kalau kamu sering menonton video otomotif, maka berandamu akan terus dipenuhi dengan konten serupa. Inilah yang disebut personalized content.
2.Data Penggunaan Media Sosial di Indonesia
Menurut laporan GoodStats (Yonatan, 2025), orang Indonesia menghabiskan rata-rata 188 menit per hari untuk mengakses media sosial, atau sekitar 3 jam 8 menit setiap hari.
Durasi ini membuat Indonesia berada di peringkat ke-9 dunia dalam hal waktu penggunaan media sosial terlama. Platform yang paling sering digunakan adalah YouTube dengan sekitar 143 juta pengguna, disusul Instagram dengan 103 juta pengguna.
Artinya, sebagian besar waktu online masyarakat Indonesia dihabiskan dalam ekosistem yang dikontrol oleh algoritma.
3.Dampak terhadap Pola Konsumsi dan Atensi
Karena algoritma hanya menampilkan konten yang sesuai minat, kita sering terjebak dalam “gelembung informasi” — melihat hal-hal yang itu-itu saja. Ini bisa membuat kita sulit melihat pandangan lain atau mencari informasi yang berbeda.
Selain itu, konten yang viral atau sensasional cenderung lebih sering muncul karena dianggap bisa menarik perhatian lebih cepat. Akibatnya, pengguna bisa tanpa sadar menghabiskan waktu lama hanya untuk scrolling tanpa tujuan.
4.Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Feed Kita
Secara tidak langsung, algoritma-lah yang mengatur apa yang kita lihat. Tujuannya adalah membuat pengguna tetap aktif dan melihat lebih banyak iklan. Jadi, semakin lama kita di aplikasi, semakin banyak keuntungan bagi platform.
Kita memang bisa memilih siapa yang ingin diikuti, tapi urutan dan jenis konten yang tampil tetap ditentukan oleh sistem.
5.Cara Agar Tidak Dikendalikan Algoritma
Beberapa hal yang bisa dilakukan supaya kita lebih “berkuasa” atas media sosial kita sendiri:
- Batasi waktu penggunaan media sosial.
- Kurangi interaksi dengan konten negatif atau tidak penting.
- Ikuti akun-akun yang bermanfaat dan memberi nilai positif.
- Gunakan fitur seperti “See First” atau “Favorite” untuk menentukan prioritas konten.
Kesimpulan
Algoritma media sosial membuat pengalaman pengguna jadi lebih personal, tapi juga bisa membuat kita kehilangan kendali atas perhatian sendiri. Dengan waktu penggunaan yang mencapai 188 menit per hari, kita perlu lebih sadar dan selektif dalam menggunakan media sosial.
Sebagai mahasiswa, penting bagi kita untuk memahami cara kerja algoritma agar bisa menggunakan media sosial secara bijak dan produktif, bukan justru dikendalikan olehnya.
Daftar Pustaka
- Yonatan, A. Z. (2025, 3 Maret). Indonesia Habiskan 188 Menit per Hari Akses Media Sosial. GoodStats.
https://goodstats.id/article/indonesia-habiskan-188-menit-per-hari-akses-media-sosial-qtU1j - Telkom University. (2023). Algoritma Sosial Media: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Feed-mu?
https://dte.telkomuniversity.ac.id/algoritma-sosial-media-siapa-yang-sebenarnya-mengendalikan-feed-mu/ - We Are Social & Meltwater. (2025). Digital 2025 Indonesia Report.
- Kumparan Tech. (2024). Dampak Algoritma Media Sosial terhadap Pola Konsumsi Konten dan Kesehatan Mental
Pengarang : -Tetra Simorangkir
-Syafri Syamsudin


